🐖 Peta Jaringan Perdagangan Pada Masa Sriwijaya Dan Majapahit
Petaperdagangan pada masa sriwijaya dan majapahit. Peta perdagangan pada masa sriwijaya dan majapahit. Tugas; Soal; JAWABSOAL.ID . PERTANYAAN. 2 Jawaban . TUGAS. Buatlah peta jaringan perdagangan pada masa Sriwijaya Bagaimana peta jaringan perdagangan pada masa Sriwijaya
1-Jelaskan bagaimana peranan majapahit dalam proses integrasi antarpulau pada masa hindu Buddha. 2--Buatlah peta jaringan perdagangan pada masa majapahit. 3--Komoditas apakah yang menarik bagi kaum pedagang untuk mendatangi pelabuhan yang ada di kepulauan Indonesia. bandingkan dengan sekarang,komoditas apakah yang menarik dalam perdagangan
Jelaskanbagaimana peranan Sriwijaya dan Majapahit dalam proses integrasi antarpulau pada masa Hindu Sabtu, 25 Februari 2017. Buatlah peta jaringan perdagangan pada masa Sriwijaya dan masa Majapahit!
X1az. Palembang - Prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya diketahui berjumlah 10 buah. Kerajaan Sriwijaya sendiri dikenal sebagai simbol kerajaan maritim di Indonesia dengan masa kejayaannya sekitar pada tahun 8 M sampai 9 sebagai simbol kerajaan maritim karena Sriwijaya mampu menguasai banyak wilayah perairan nusantara hingga wilayah luar Indonesia. Tidak hanya prasasti peninggalannya, raja-raja kerajaan Sriwijaya pun banyak yang terkenal karena membawa Sriwijaya pada puncak masa kali ini tidak hanya membahas tentang prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya, melainkan juga akan membahas sejarah berdirinya, raja-rajanya hingga masa keruntuhan kerajaan Sriwijaya. Baca dan simak penjelasannya hingga selesai, ya detikers. Sejarah Berdirinya Kerajaan SriwijayaDikutip dari buku Sriwijaya Sebuah Kejayaan Masa Lalu di Asia Tenggara oleh Kemdikbud RI, kerajaan yang awalnya berpusat di Palembang, Sumatra Selatan ini sempat berpindah-pindah tempat dari Kedah menuju Muara Takus, kemudian diperkirakan hingga Jambi. Berdiri sekitar abad ke 7 M, nama kerajaan Sriwijaya berasal dari bahasa Sanskerta yaitu "Sri" yang berarti cahaya dan "Wijaya" yang berarti dilihat dari dari peninggalan sejarahnya, diketahui kerajaan Sriwijaya didirikan oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Namun hingga kini, kisah berdirinya kerajaan Sriwijaya masih sulit untuk dipecahkan karena minimnya beberapa prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya sempat dijelaskan bahwa raja pertamanya adalah Dapunta Hyang yang pernah melakukan perjalanan bersama 20 ribu tentara dari Minanga Tamwan ke Palembang, Jambi, dan Bengkulu. Dalam perjalanan itulah Dapunta Hyang berhasil menaklukan daerah-daerah strategis untuk keberlangsungan perniagaan Kerajaan SriwijayaSelain Dapunta Hyang Sri Jayanasa, ada beberapa raja yang sempat memimpin jalannya Kerajaan Sriwijaya, yaituSri IndrawarmanRaja DharanindraRaja SamaratunggaRakai PikatanBalaputradewaSri UdayadityawarmanSri Culamaniwarman atau CudamaniwarmadewaSri MarawijayatunggawarmanSri SanggaramawijayatunggawarmanKerajaan Sriwijaya sedikit bisa diselidiki melalui beberapa peninggalannya yang masih tersisa hingga kini. Salah Satunya adalah 10 prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya yang terkenal, diantaranya1. Prasasti KedukanDitemukan di sekitar sungai Batang, Kedukan Bukit, Kota Palembang. Prasasti ini memiliki ukiran angka 686 M yang ditulis menggunakan aksara Pallawa dengan bahasa Sanskerta. Diketahui isi dari prasasti ini adalah tentang Dapunta Hyang yang pergi menaiki perahu dan menceritakan kemenangan kerajaan Prasasti Kota KapurPrasasti ini ditemukan di Pulau Bangka sebelah barat yang berisi kutukan terhadap orang yang berani melanggar perintah Raja Kerajaan Prasasti Telaga BatuPrasasti Telaga Batu ditemukan di Kolam Telaga Biru, Kecamatan Ilir Timur, Kota Palembang. Prasasti ini berisikan tentang cerita kutukan terhadap orang jahat yang ada di sekitar wilayah kerajaan Prasasti Karang BerahiDitemukan di Desa Karang Berahi, Merangin, Jambi. Isi dari prasasti ini adalah berupa kutukan kepada orang-orang yang tidak setia dan berkhianat pada raja-raja kerajaan Prasasti Palas PasemahDikutip dari situs prasasti ini ditemukan di pinggir rawa Desa Palas Pasemah, Lampung Selatan. Diukir dengan aksara Pallawa dengan bahasa Melayu Kuno yang menceritakan kutukan pada orang jahat yang tidak setia pada kerajaan Prasasti Talang TuoLokasi penemuan prasasti Talang Tuo belum diketahui secara pasti. Namun isinya menceritakan pembangunan taman dari Sri Jayanasa dan berisikan doa Buddha Prasasti Hujung LangitTidak banyak yang diketahui dari prasasti ini, namun pada sisinya ditemukan ukiran angka tahun 997 M. Prasasti ini ditemukan di Desa Haur Kuning, Prasasti LigorPrasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya satu ini ditemukan di Thailand bagian selatan oleh Nakhon Si Thammarat. Prasasti ini menceritakan kisah raja Sriwijaya yang membangun Tisamaya Caitya untuk Prasasti LeidenBerbentuk lempengan tembaga dengan bahasa Sanskerta dan bahasa Tamil. Isi dari prasasti ini adalah tentang hubungan dinasti Cola terhadap dinasti Syailendra dari Prasasti Muara TakusPrasasti Muara Takus ditemukan di Desa Muara Takus, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Memiliki corak Buddha dengan beberapa susunan stupa di Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan SriwijayaKerajaan Sriwijaya berhasil meraih masa kejayaan saat pemerintahan raja Balaputradewa di abad 8 dan 9 M. Pada masa kejayaannya ini, Sriwijaya diketahui menguasai jalur perdagangan Selat Malaka, serta kekuasaannya diperluas hingga Jawa Barat, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Malaysia, Singapura, dan Thailand Selatan. Hingga kemudian Sriwijaya dikenal sebagai simbol kerajaan maritim yang kuat pada sekitar abad 11 M kerajaan Sriwijaya mulai mengalami keruntuhan ketika raja Sriwijaya ditawan oleh kerajaan Cola yang dipimpin raja Rajendra Coladewa. Di sisi lain, Sriwijaya semakin lemah akibat persaingan dengan kerajaan-kerajaan dari Jawa. Pada abad ke 14 akhirnya kerajaan Sriwijaya benar-benar runtuh akibat serangan kerajaan faktor keruntuhan Sriwijaya, diantaranya adalahRaja Sriwijaya tidak lagi memimpin dengan baikJauhnya letak pusat kerajaan di Palembang dengan kawasan lautMenurunnya aktivitas perdaganganMelemahnya sektor militerBanyak wilayah Sriwijaya yang melepaskan diriIslam berkembang dengan pesatAdanya serangan dari kerajaan lainItu dia penjelasan tentang prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya dan beberapa penjelasan tambahan lainnya. Semoga tulisan ini bisa membantu dan bermanfaat untuk detikers semua. Simak Video "Permintaan Maaf Wanita Pemalak Turis di Palembang" [GambasVideo 20detik] des/row
buatlah peta jaringan perdagangan pada masa sriwijaya dan masa majapahit jawaban Peta jaringan perdagangan pada masa Kerajaan Sriwijaya dan masa Kerajaan Majapahit foto terlampir Penjelasan Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan tertua di nusantara yang mengalami perkembangan cukup pesat. Pada era kejayaannya, perdagangan sangat maju dan menjadi salah satu sumber perekonomian utamanya. Perdagangan di Kerajaan Sriwijaya mengalami kemajuan yang pesat terutama karena terletak di wilayah yang strategis. Pada abad ke-7-11, Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat perdagangan di nusantara karena letaknya berada di lintasan pelayaran dan perdagangan antara Asia selatan dan Asia Timur. Pemerintahan kerajaan ini berpusat di wilayah Palembang, tepatnya di tepi Sungai Musi. Bukan hanya itu, kerajaan Sriwijaya juga menguasai dua perairan penting, yani Selat Sunda dan Selat Malaka. Kerajaan Majapahit juga merupakan salah satu kerajaan terbesar di Nusantara. Kerajaan Majapahit mengandalkan kekuatan laut dan agraris, yang menjadikannya kerajaan besar serta memberi jaminan rasa aman dalam perdagangan nusantara. Komoditas agraris yang dimiliki Kerajaan Majapahit menjadi daya tarik tersendiri bagi kapal dagang internasional untuk singgah atau berlabuh. Keadaan ini semakin diperkuat dengan lokasi Majapahit yang berada di kawasan Sungai Brantas, Jawa Timur. Tujuan utama pemilihan lokasi ini ialah untuk mempermudah pengawasan perdagangan di daerah pesisir serta pengendalian produksi pertanian di kawasan pedalaman. Perdagangan di Kerajaan Majapahit tidak terlepas dari kekuatan maritim yang dimilikinya. Bahkan sejarah mencatat jika kecanggihan maritim milik Majapahit disebut sebagai salah satu yang paling canggih pada masanya. Kerajaan Majapahit memanfaatkan aliran Sungai Brantas yang bermuara ke Laut Jawa, untuk menghubungkan kawasan pedalaman dengan pesisir. Salah satu pelabuhan sungai yang terkenal pada masa Majapahit ialah Pelabuhan Canggu. Dapat disimpulkan bahwa faktor yang menjadikan wilayah kedua kerajaan tersebut sebagai pusat perdagangan adalah karena letak geografis kerajaan tersebut yang sangat strategis.
Buatlah Peta Jaringan Perdagangan Pada Masa Sriwijaya Dan Masa Majapahit – Ukuran ikon ini 426 × 600 piksel. Resolusi tambahan 170 × 240 piksel 341 × 480 piksel 791 × 1114 piksel. Berkas ini dari Wikimedia Commons dan mungkin digunakan oleh proyek lain. Deskripsi dari halaman deskripsi ditunjukkan di bawah ini. Bahasa Indonesia Peta Asia Tenggara sekitar tahun 900 M, menunjukkan Kerajaan Khmer dengan warna merah, Champa dengan warna kuning dan Haripunjaya dengan warna Hijau serta negara-negara lain di sekitarnya. Informasi Yang Terdapat Pada Bacaan Balaputradewa Raja Kerajaan Sriwijaya Kelas 4 Sd Http// Atlas sejarah dunia, Masyarakat Patrick Karl O’brien, Jaringan, dan Transisi Sejarah Global, Volume B. Craig A. Lockard Berkas FileMap-of-southeast-asia 900 adalah file vektor untuk file ini. Ini harus digunakan sebagai pengganti gambar raster ini jika kualitasnya tidak rendah. Alemannish∙ العربية∙ беларуская тарашкевица∙ български∙ বাংলা∙ català∙ нохчин∙ čeština∙ dansk∙ Deutsch∙ Ελληνικά∙ English∙ British English∙ Esperanto∙ español∙ eesti∙ euskara∙ فارسی∙ suomi∙ français∙ Frysk∙ galego∙ עברית hrvatski Magyar ∙ հաներ ∙ Bahasa indonesia ∙ o ∙ Italiano ∙ 日本語 ∙ ქალური ∙ 한국어 ∙ lietuvių ∙ ∙ м ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ Română ∙ рий ∙ Sicilianu ∙ Skotlandia ∙ Slovenčina ∙ Slovenši ∙ ∙ с kanan ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ ∙ Orang yang bergabung dengan dokumen ini dengan ini secara tegas melepaskan semua hak di seluruh dunia berdasarkan undang-undang hak cipta, termasuk semua hak yang terkait dengan hak cipta, sejauh diizinkan oleh undang-undang. Anda dapat menyalin, mendistribusikan, dan menampilkan karya tersebut, bahkan untuk tujuan komersial, tanpa meminta izin. Nenek Moyangku Orang Pelaut “menengok Kejayaan Kemaritiman Indonesia Masa Lampau” {{Teks Description ={{en1=Peta Asia Tenggara sekitar tahun 900 M, menunjukkan Kerajaan Khmer dengan warna merah, Champa dengan warna kuning dan Haripunjaya dengan warna hijau muda serta daerah sekitarnya lainnya. Sumber yang saya gunakan untuk pekerjaan ini antara lain Silakan meningkatkan kualitas artikel ini dengan menyertakan referensi lain jika diperlukan. Pelajari bagaimana dan kapan menghapus pesan template ini Artikel ini membahas Kerajaan Kediri Sejarah Nusantara. Lihat juga Kota Kediri dan Kabupaten Kediri. Untuk kegunaan lain, lihat Kediri disambiguasi. Kerajaan Kadiri atau Kediri aksara Jawa ꦥꦁꦗꦭꦸ ꦏꦣꦶꦫꦶ disebut juga Panjalu. Sebuah kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Timur, Indonesia, antara 1019-1222 Masehi. Dan itu adalah kerajaan lain hasil pemekaran yang juga didirikan oleh Airlangga. Kerajaan ini dipimpin oleh dinasti Isyana dan berpusat di Dahanapura, yang merupakan nama sebuah kota kuno yang kini menjadi bagian dari kota Kediri. Padahal, kota Daha sudah ada sebelum pembagian kerajaan dengan Airlangga. Daha merupakan singkatan dari Dahanapura yang berarti kota api. Nama ini ada dalam dokumen Pamwatan yang diterbitkan oleh Airlangga pada tahun 1042. Hal ini sesuai dengan keterangan dalam Serat Calon Arang, bahwa pada akhir pemerintahan Airlangga, pusat kerajaan tidak lagi di Kahuripan, melainkan dipindahkan ke Dahanapura. dan menyebut Airlangga sebagai raja Daha atau kerajaan Daha Majalah Simpul Perencana Vol. 41 By Pusbindiklatren Kementerian Ppn/bappenas … 15. Sigra datang pwa sirêng sagara Rupěk, mantas ta sira ngkana, Sang Yogîswara Mpu Baradah. Tan lingěn pwa sirêng hěnu lampah Mahamuni Ambramaga. Maharaja Erlanggya saat ini sedang tinangkil… … 15. Segera setelah mencapai Sagara Rupek, pendeta Barada menyeberang ke sana. Pergerakan Pendeta di jalan tidak segera dilaporkan. Tak lama kemudian ia tiba di kerajaan Daha, ia bertemu dengan anaknya Maharaja Erlangga yang sedang menghadap… – Pelontaran Calon Arang. Pada akhir November 1042, Airlangga terpaksa membagi kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan tahta. Putri mahkota yang sebenarnya bernama Sanggramawijaya Tunggadewi telah meninggalkan tahta dan memutuskan untuk hidup suci sebagai pertapa bernama Dewi Kili Suci, sehingga terjadi perebutan kekuasaan antara dua putra Airlangga lainnya, yaitu Sri Samarawijaya dan Mapanji Garasakan. Seorang putra bernama Sri Samarawijaya menemukan kerajaan barat bernama Panjalu berpusat di kota baru, Daha. Sementara itu, seorang putra bernama Mapanji Garasakan menemukan kerajaan timur bernama Janggala yang berada di kota tua Kahuripan. Menurut Nagarakretagama, sebelum terpecah menjadi dua, nama kerajaan yang dipimpin oleh Airlangga adalah Panjalu yang terletak di pusat Daha. Maka lahirlah Kerajaan Janggala sebagai pecahan dari Panjalu. Sedangkan Kahuripan adalah nama kota tua yang ditinggalkan Airlangga dan menjadi ibu kota Janggala. Sejarah Kabupaten Alor, Dimulai Perang Magic Dari Kerajaan Tertua … 1. Nahan tatwanikaɳ kamal/ wita deniɳ sampradaya sthiti, mwaɳ çri pañjalunatha riɳ daha te- 122a wekniɳ yawabhumy/ apalih, çri airlanghya sirandani ryyasihiran/ panak/ ri saɳ rwa prabhu … … 1. Sejarah Kamal, menurut kepercayaan, Dan Sri Nata Panjalu di Daha, ketika tanah Jawa terbagi, Karena cinta Raja Airlangga kepada kedua putranya, … – Kakawin Nagarakretagama, Pupuh 68. Setelah pensiun, Airlangga hidup sebagai pertapa sampai kematiannya sekitar tahun 1049. Menurut Serat Calon Arang bernama Resi Erlangga Jatiningrat, sedangkan menurut Babad Tanah Jawi bernama Resi Gentayu. Namun yang paling terpercaya adalah prasasti Gandhakuti 1042 yang menyatakan bahwa gelar kependetaan Airlangga adalah Resi Aji Paduka Mpungku Sang Pinaka Catraning Bhuwana. Semula nama Pañjalu, bacaan yang benar menurut naskah-naskah Pangjalu, memang lebih sering digunakan ketimbang nama Kadiri. Hal ini dapat ditemukan dalam catatan yang diterbitkan oleh raja-raja Panjalu. Bahkan, nama Panjalu juga dikenal sebagai Pu-chia-lung dalam kronik Cina Ling wai tai ta 1178. Ada tiga jenis tanah yang digunakan oleh masyarakat di masa lalu ketika mereka ingin membangun tempat atau tempat tinggal, yang pertama adalah tanah Anupa karena merupakan tanah yang subur dan di dekat mata air akan tumbuh berbagai jenis gabah jika ditanam. . ini baik. Yang kedua adalah tanah Sadarana, tanah subur di beberapa tempat dan tidak subur di tempat lain, kemudian yang ketiga adalah Janggala yang merupakan tanah tandus atau padang pasir. Lkpd Tema 5 Sub Tema 1 Pb 3 Kelas 4 Pangjalu berasal dari kata Jalu yang artinya laki-laki atau laki-laki, kemudian diberi nama Pang yaitu Pe yang merupakan kepanjangan sehingga menjadi arti Manusia. tempat mandiri atau mandiri. Kata Kadiri merupakan kata yang mirip dengan Pangjalu yang berarti kemerdekaan. Kisah ini mirip dengan nama Majapahit dan Wilwatikta, dimana wilwa adalah buah maja dan tikta adalah pahit. Nama “Kadiri” atau “Kediri” juga berasal dari bahasa Sansekerta khadri yang artinya pacé atau mengkudu Morinda citrifolia. Kulit pohon ini menghasilkan pewarna ungu kecokelatan yang digunakan untuk membatik, namun buahnya dipercaya memiliki khasiat obat. Asal usul kata yang dianggap paling penting adalah berasal dari kata “kadiri” dalam bahasa Jawa Kuno yang artinya mampu berdiri sendiri, mandiri, berdiri tegak, berwatak, atau menopang. diri. Mencermati beberapa prasasti raja-raja Panjalu, terlihat sebuah kalimat yang tercetak di sebuah Ceker berangka tahun 1107 Saka 1185 M yang berbunyi … Peta Benua Asia Lengkap Dengan Negara Didalamnya Terjemahan teks =ketika ia meninggalkan istananya di Katang-katang untuk dapat memerintah pemerintahan sebagaimana Sri Maharaja memerintah di Bhumi Kadiri… Raja terakhir kerajaan Medang adalah Dharmawangsa Teguh, saingan berat tahta Sriwijaya. Pada tahun 1016 M, Raja Wurawari dari Lwaram sekitar Cepu, Blora sekutu Sriwijaya menyerang Istana Wwatan, ibu kota kerajaan Medang, yang sedang melaksanakan upacara pernikahan Airlangga dan putri raja Dharmawangsa Teguh, Dharmawangsa Teguh sendiri meninggal . dalam penyerangan ini, keponakannya Airlangga dan putri Dharmawangsa berhasil melarikan diri ditemani oleh pembantunya Mpu Narotama. Airlangga adalah putra Mahendradatta saudara perempuan Dharmawangsa Teguh dan Udayana, raja Bedahulu, Bali. Ia melarikan diri bersama putri Dharmwangsa ditemani pembantunya bernama Mpu Narotama. Dari situ Airlangga menjalani kehidupan sebagai orang tua di hutan pegunungan Vana giri sekarang Wonogiri, lalu pergi ke Sendang Made, Kudu, Jombang. Dalam pelarian dan masa tapanya, setelah tiga tahun hidup di hutan pada tahun 1019, Airlangga mengunjungi utusan rakyat dan senopati yang masih setia, memintanya untuk membangun dan menghidupkan kembali sisa-sisa kejayaan kerajaan. Medang. Dengan dukungan para pendeta dan brahmana, ia kemudian membangun ibu kota baru bernama Watan Mas. Dari Mana Sumber Sejarah Kerajaan Kalingga? Ini Penjelasannya 15. Kemudian pada tahun istimewa, yaitu tahun 941, pada hari ke-13 setengah cerah, bulan Magha, pada hari Kamis para pelayan dan Brahmana memandang raja ke raja Erlangga, membungkuk dengan hormat dan harapan sejati. Mereka dengan sungguh-sungguh bertanya kepadanya “Kuasai dunia ini sampai ujung terjauhnya!” …” Ibukota baru bernama Watan Mas terletak di dekat Gunung Penanggungan. Pada mulanya wilayah kerajaan yang dikuasai Airlangga hanya meliputi wilayah Gunung Penanggungan dan wilayahnya, karena banyak wilayah di bawah Kerajaan Medang yang memerdekakan diri setelah kejatuhannya. Barulah setelah kepemimpinan Sriwijaya dikalahkan oleh Rajendra Coladewa, raja Colamandala dari kerajaan Chola, India pada tahun 1023, Airlangga dengan leluasa dapat membangun kembali kejayaan Dinasti Isyana. Sejak tahun 1025, perang demi perang terjadi dengan Airlangga. Beberapa kerajaan di Jawa Timur dikalahkan. Namun, pada tahun 1031 Airlangga kehilangan kota Watan Mas karena diserang oleh seorang raja wanita yang sekuat raksasa. Raja perempuan adalah Ratu Dyah Tulodong, yang merupakan salah satu raja kerajaan Lodoyong sekarang Tulungagung, Jawa Timur. Dyah Tulodong digambarkan sebagai ratu dengan kekuatan luar biasa. Salah satu peristiwa sejarah terpenting adalah pertempuran antara pasukan Raja Airlangga yang dikalahkan oleh Dyah Tulodong. Perang ini terjadi karena Dyah Tulodong berusaha menghentikan ekspansi Airlangga yang saat itu sudah menguasai wilayah sekitar kerajaan Lodoyong. Bahkan dalam banyak tradisi konon pasukan khusus yang dibawa oleh Ratu Dyah Tulodong adalah prajurit wanita terpilih, bahkan pasukan ini berhasil mengusir pasukan Airlangga. Peta wilayah majapahit, gambar peta majapahit, peta kerajaan majapahit, peta lokasi kerajaan sriwijaya, gambar peta kerajaan majapahit, peta kekuasaan majapahit, peta letak kerajaan majapahit, peta wilayah kerajaan majapahit, peta lokasi kerajaan majapahit, buatlah peta jaringan perdagangan pada masa sriwijaya dan majapahit, peta jaringan perdagangan pada masa sriwijaya dan majapahit, peta majapahit berwarna
peta jaringan perdagangan pada masa sriwijaya dan majapahit