🌗 Kekuasaan Dan Politik Dalam Perilaku Organisasi

Politik: Kekuasaan Beraksi Perilaku berpolitik (political behavior) terdiri dari aktivitas yang tidak dipersyaratkan sebagai bagian dari peranan formal seseorang dalam organisasi tetapi yang memengaruhi, atau berupaya untuk memengaruhi, distribusi keuntungan dan kerugian di dalam organisasi. Contoh dari politik organisasi misalnya menahan 1. Kekuasaan bersifat sengaja, karena meliputi kehendak, bukan sekadar tindakan acak; 2. Kekuasaan adalah alat (instrumen), ia adalah alat guna mencapai tujuan; 3. Kekuasaan bersifat terbatas, ia diukur dan diperbandingkan di aneka situasi atau dideteksi kemunculannya; 4. Kreitner (2006) menjelaskan factor-faktor utama yang menyebabkan munculnya perilaku berpolitik adalah ketidakpastian dalam organisasi : tujuan tidak jelas, ukuran prestasi dan kinerja tidak terstandar, proses pembuatan keputusan tidak terdefinisi dengan baik, kompetisi antar individu dan kelompok tinggi, dan perubahan. Kekuasaan dan Politik di Dalam Organisasi: Menganalisis peran kekuasaan dan politik dalam lingkungan organisasi, termasuk dampaknya terhadap pengambilan keputusan dan dinamika organisasi. Struktur Organisasi dan Budaya Organisasi: Menjelaskan struktur organisasi dan bagaimana budaya organisasi membentuk norma-norma, nilai, dan perilaku di dalamnya. Keberadaan kekuasaan dan politik dalam organisasi dapat memiliki dampak negatif, seperti terjadinya pertentangan dan persaingan yang tidak sehat antara individu atau kelompok. Hal ini dapat mengarah pada ketidakstabilan dalam organisasi, penurunan motivasi kerja, dan hilangnya kepercayaan antara anggota organisasi. Kekuasaan dan Politik adalah sesuatu yang ada dan dialami dalam kehidupan setiap organisasi tetapi agak sulit untuk mengukurnya akan tetapi penting untuk dipelajari dalam perilaku qEuEvP.

kekuasaan dan politik dalam perilaku organisasi